Logika – Benda apa sih itu?

Menurut buku yang saya baca sendiri, yaitu Logika Selayang Pandang karya Alex Lanur Ofm, Logika adalah ilmu atau kecakapan untuk berpikir lurus.

Untuk melihat review buku Logika tersebut, bisa dilihat di sini.

So, dengan mempelajari ilmu logika, maka kita belajar untuk menerapkan bagaimana cara berpikir yang lurus.

Ilmu sendiri bisa didefinisikan dengan sebuah kumpulan pengetahuan tentang suatu bidang yang sistematis dan bisa dipertanggungjawabkan. Sama seperti ilmu yang lain, ilmu logika juga menyediakan beberapa pengetahuan yang systematis tentang cara berpikir lurus dan bisa dipertanggungjawabkan.

Artinya, mempelajari ilmu logika sama dengan mempelajari bagaimana seharusnya kita berpikir.

Sama seperti ilmu matematika yang merumuskan beberapa aturan untuk berurusan dengan angka dan teori abstrak lainnya, ilmu logika juga merumuskan beberapa aturan tentang cara berpikir lurus yang seharusnya.

Dan, cara berpikir yang lurus sendiri bisa dicapai dengan mempertimbangkan kaidah-kaidah logika.

Logika sendiri dibagi menjadi dua buah yaitu

  1. Logika kodrati, yaitu logika yang terjadi secara spontan karena berlaku secara umum. Contoh: Semua manusia pasti mati.
  2. Logika ilimiah, yaitu logika yang membantu logika kodrati. Hal ini disebabkan bahwa seringkali logika kodrati bekerja terlalu cepat sehingga dipengaruhi oleh alam bawah sadar manusia dan menyebabkan terlalu banyak bias. Oleh karena itu logika ilmiah ada untuk membantu logika kodrati.

Itulah gambaran umum dari sebuah logika.

Nah…! Sekarang apa sih gunanya sebuah kaidah logika?

Untuk melihat hal itu, ada gunanya juga jika kita menelaah lebih dalam tentang unsur-unsur yang ada dalam logika.

Pengertian

Dasar dari ilmu logika adalah pengertian, sama seperti atom dalam ilmu sains dan bilangan asli dalam matematika, ilmu logika mengenal adanya pengertian.

Apa sih pengertian itu?

Pengertian adalah gambaran abstrak tentang inti sesuatu.

Memang terdengar agak rumit ya, jadi akan saya berikan sesuatu sebagai contoh.

Kita bisa menyebutkan tentang suatu benda yang berfungsi untuk meletakkan sesuatu dengan kaki empat sebagai meja. Ketika kita menyebutkan meja maka gambaran abstrak yang ada pada pikiran kita adalah suatu benda yang berfungsi untuk meletakkan sesuatu dan berkaki empat.

Contoh diatas menunjukkan bahwa meja adalah pengertian dari suatu benda yang berfungsi untuk meletakkan sesuatu dan berkaki empat. Kedengarannya terbalik ya? Oke, kalian boleh membaliknya.

Ilmu logika selalu dan selalu membahas tentang gambaran abstrak seperti ini, dan cara berpikir kita juga tidak lepas dari gambaran ini. Seringkali orang disesatkan dengan pengertian-pengertian yang tidak tepat sehingga membuat kesimpulan yang tidak tepat.

Contoh: pernyataan tentang politisi itu korupsi.

Kebanyakan kalimat diatas ditafsirkan sebagai semua politisi itu korupsi. Padahal ada beberapa politisi itu yang tidak korupsi, sehingga kalimat diatas seolah-olah menjadi sebuah kalimat yang salah, padahal kalimat diatas merupakan kalimat yang benar.

Apakah ada alasan bahwa kalimat diatas itu benar?

Dalam ilmu logika, pengertian politisi yang ada pada kalimat itu bukan pengertian universal, tapi sebuah pengertian particular. Artinya, beberapa politisi (bukan secara keseluruhan).

Mendefinisikan pengertian-pengertian terlebih dahulu merupakan sesuatu yang bisa kita pikirkan agar kita bisa berpikir lurus.

Keputusan

Keputusan adalah suatu kegiatan manusia yang menyetujui atau memungkiri adanya hubungan dari suatu pengertian.

Jika dalam kimia, ada suatu aturan yang mengatur bagaimana caranya sebuah atom itu mengikat atom yang lain, maka dalam ilmu logika juga ada aturan yang mengatur bagaimana sebuah pengertian berinteraksi dengan pengertian yang lain.

Contoh: Semua manusia pasti mati.

Keputusan diatas menyatakan bahwa pengertian semua manusia itu memiliki hubungan dengan pengertian mati.

Contoh lagi: Manusia bukanlah binatang.

Keputusan diatas menyatakan bahwa pengertian manusia tidak memiliki hubungan dengan binatang.

Keputusan-keputusan yang ada pada kehidupan sehari-hari terkadang memiliki bentuk yang kompleks, dan melibatkan banyak sekali pengertian. Bahkan beberapa diantaranya sebenarnya tidak terhubung sama sekali dan itulah yang membuat sebuah kesesatan dalam berpikir.

Darimanakah kita membuat sebuah keputusan yang sah?

Sesuai dengan macam logika, kita bisa membuat keputusan yang sah dengan logika kodrati, logika yang berjalan secara spontan dan biasanya berdasarkan pengalaman yang telah dialami oleh manusia itu sendiri.

Kelemahan dari logika kodrati adalah terkadang itu bersifat subjektif sehingga tidak berlaku secara universal.

Contohnya

  • Gunung itu indah
  • Wanita itu cantik
  • Ibu saya orang baik

Keputusan-keputusan diatas hanya akan sah dengan pemikiran orang-orang tertentu, dan bisa jadi juga tidak sah dengan pemikiran orang-orang lain.

Keputusan yang sah juga bisa dibentuk dari logika ilmiah. Ilmiah berarti kita perlu menyediakan sebuah hipotesa, melakukan serangkaian percobaan dan kemudian menarik sebuah keismpulan.

Contohnya

  • Gravitasi sebanding dengan massa benda
  • Setiap unsur terdiri dari atom

Keputusan-keputusan diatas adalah keputusan ilmiah dan didapat dari serangkaian percobaan. Kelemahan dari keputusan ilmiah sendiri adalah bahwa pengambilan keputusan ini tidak bisa mencakup factor-faktor X yang bisa jadi memengaruhi keputusan tersebut.

Kesimpulan

Sebagai seorang manusia, setiap waktu, setiap detik, kita selalu membuat sebuah keputusan, baik secara sadar maupun tidak sadar. Entah itu bersifat kodrati maupun bersifat ilmiah.

Jika kalian bisa berpikir lurus, maka kalian akan mendapatkan sesuatu dari keputusan-keputusan tersebut untuk melahirkan sebuah keputusan baru yang disebut dengan kesimpulan.

Penyimpulan adalah kegiatan manusia untuk menemukan suatu pengetahuan baru dari keputusan-keputusan yang sudah ada. Pengetahuan yang baru ini dinamakan dengan kesimpulan.

Setiap hari, setiap waktu, selain membuat keputusan, kita juga berusaha untuk membuat kesimpulan dari semua pengetahuan yang kita buat.

Orang yang logis, adalah orang yang memiliki kecakapan untuk membuat kesimpulan yang sah dari semua keputusan yang ada dalam otaknya. Artinya, orang dikatakan memiliki ilmu logika apabila dia bisa menarik kesimpulan secara benar dan sah.

Bagaimana sebuah kesimpulan dikatakan sah?

Sebuah kesimpulan dikatakan sah apabila teknik penyimpulannya mematuhi kaidah-kaidah logika yang ada.

Contoh keputusan:

  • Semua manusia pasti mati
  • Budi adalah manusia

Kesimpulannya: Budi pasti mati

Penyimpulan seperti ini dinamakan dengan aturan silogisme. Terlihat mudah memang menarik kesimpulan seperti diatas, tapi tahukah kalian bahwa kaidah diatas juga memiliki aturan yang mengikatnya.

Saya akan memberikan sedikit contoh yang menunjukkan bahwa keadaan silogisme diatas tidak selalu membuat kesimpulan yang sah.

Contoh keputusan:

  • Orang kaya itu pelit
  • Budi adalah orang kaya

Kesimpulannya: Budi pelit. Padahal belum tentu Budi itu pelit.

Formulasi yang sama ternyata tidak menghasilkan kesimpulan yang sah, sehingga bisa dikatakan bahwa formulasi itu memiliki sebuah aturan. Aturan tersebu sudah dilanggar oleh contoh kedua sehingga membuat kesimpulan yang ditarik tidak sah.

Nah… Ilmu logika adalah ilmu yang mempelajari tentang aturan-aturan tersebut.

Kegunaan

Kalian semua sudah mengetahui tentang dasar dari ilmu logika, sekarang kegunaannya apa sih belajar ilmu logika?

Mungkin kalian sendiri sudah mendapatkan sedikit gambaran bahwa dengan menggunakan ilmu logika kita bisa membuat sebuah kesimpulan yang sah dan memandang dunia melalui keputusan-keputusan.

Selain itu, kegunaan ilmu logika juga bisa membantu kita untuk selalu memikirkan tentang keputusan-keputusan dan gambaran yang berbeda dari hal yang dikatakan oleh orang lain sehingga membuat kita bisa menyerap sesuatu dari orang lain tersebut.

Logika – Benda apa sih itu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas
www.000webhost.com