Orang yang bisa membuat anda berubah

Apakah kalian tau siapa orang yang paling berpengaruh pada diri kalian?

Apakah kalian tau siapa orang yang pasti bisa membuat kalian berubah, bahkan seburuk apapun kalian awalnya?

Tidak tahu? Padahal orang itu bersama kalian setiap hari, tanpa pernah berpisah dengan kalian meskipun kalian semua tidak menyadari bahwa dia selalu ada bersama dengan kalian.

Sebagai seorang guru, saya berusaha untuk menjadi pribadi yang semangat, tidak mudah menyerah, ceria, sabar dan tidak mudah emosi. Image seperti itu saya tanamkan pada diri saya sehingga saya selalu masuk kedalam kelas dengan wajah yang ceria, semangat dan pembawaan yang santai dan sabar.

Seminggu yang lalu, tepatnya hari Rabu, saya mengalami sedikit kecelakaan ringan dengan motor saya. Pengendara di depan saya dengan seenaknya menyalip saya dari sisi kanan kemudian menyalakan lampu sein dan berbelok ke kiri.

Waktu itu, saya masih berada dalam kecepatan yang lumayan tinggi (sekitar 50 km/jam), sehingga tak sempat untuk bereaksi apapun selain menarik kedua rem tangan saya.

Walhasil, motor saya oleng dan saya langsung terjatuh begitu saja, tanpa ada belas kasihan maupun perasaan bersalah dari si pengendara motor yang berbelok ke kiri tadi langsung meninggalkan saya terkapar begitu saja di trotoar.

Oke, saya tidak menyalahkannya. Mungkin skill berkendara saya memang cuma segitu, dan waktu itu saya juga sedang dikejar oleh jam mengajar sehingga saya tidak ambil pusing dengan kesalahan orang itu.

Saya pun melanjutkan perjalanan dengan tangan gemetar, sedikit luka di buku-buku jari dan betis yang nyerinya minta ampun, meskipun saya yakin bahwa tidak ada cedera dalam apapun di tubuh saya.

Perjalanan yang seharusnya memakan waktu sekitar 40 menit molor menjadi satu jam dan saya tiba di sekolah tepat saat bel berbunyi. Saya pun bergegas masuk kedalam kelas dengan kaki yang masih terpincang-pincang dan kemudian menyapa murid saya.

“Selamat siang anak-anak, gimana kabar kalian hari ini?”

Masih dengan suara yang ceria dan betis yang sudah menjerit, saya mencoba untuk menjelaskan tentang system operasi kepada murid-murid saya. Meskipun dengan kaki yang sedikit terpincang-pincang saya mencoba untuk tidak terlihat lelah dan….

“Pak, itu loh” Seorang perempuan dengan tubuh yang sedikit gemuk menegur saya sambil menunjuk kea rah dahinya. Saya hanya bisa menatapnya dengan tatapan yang… Bingung.

“Ada apa? Apakah kamu belum paham?” Tanya saya dengan sabar.

“Bukan, itu loh. Dahi bapak item” Katanya sambil sedikit tertawa geli. Saya pun melihat kearah tangan saya yang sudah dipenuhi oleh tinta spidol. Saya pun cuma tersenyum malu, rupanya tinta spidol tadi sekarang menempel di dahi saya saat saya berusaha menyeka keringat yang ada di dahi.

“Cuci muka aja dulu pak” Sahut seseorang murid laki-laki dari belakang.

“Ya… Saya akan cuci muka bentar. Kalian semua tunggu disini dulu ya, jangan ramai” Saya pun bergegas menuju kearah kamar mandi yang tidak begitu jauh dari kelas. Saya pun menutup kamar mandi dan kemudian sedikit meringis kesakitan begitu merasakan nyeri yang ada di betis saya makin kuat.

Apa ini? Apakah ada cedera pada tulang saya?

Kenapa rasanya begitu sakit?

Ah… Biarkan aja deh, saya ke kamar mandi bukan untuk meringis kesakitan seperti ini, tetapi untuk membasuh tinta spidol dari wajah saya.

Saya pun menghadap kearah wastafel untuk melihat seberapa parah sih spidol yang menempel di wajah saya.

“Sepertinya tidak terlalu parah” Saya pun sedikit bergumam sambil membasuh wajah saya dengan air untuk menghilangkan sedikit bekas spidol tersebut.

Lama sekali saya memandangi wajah saya yang berada di balik cermin tersebut, seolah perhatian saya begitu tersedot oleh wajah tersebut.

Guratan wajah yang seolah merasa kesakitan, lelah, letih, dan lesu tanpa ada semangat. Ah… Tidak, tidak, tidak, sebagai seorang guru harusnya saya memberikan semangat pada murid saya, bukan menjadi seperti orang putus asa seperti ini.

Akhirnya saya pun berusaha menarik sudut bibir saya menjadi seulas senyuman kecil, melatih otot sekitar mata saya sehingga tidak terkesan seperti dipaksakan, dan memberikan sebuah semangat kecil pada diri saya bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Tidak ada patah tulang di betis, tidak ada robek otot, tidak ada pendarahan dalam. Semuanya baik-baik saja.

Dalam sekejap saya dibuat terkesiap dengan perubahan yang terjadi pada bayangan saya yang berada di balik cermin. Bayangan lesu tersebut menghilang, digantikan dengan bayangan energik, penuh semangat, dan senyuman yang tulus, seolah bisa menghadapi semua rintangan.

Saya pun kembali berjalan masuk ke kelas dengan percaya diri dan yakin bahwa saya tidak apa-apa.

Cermin

Dalam sejarah mitologi Jepang, terdapat tiga benda keramat yang menggambarkan kekuatan yang sangat hebat.

Pertama, kekuatan pedang (Kusanagi) yang menggambarkan kekuatan dari senjata yang bisa menaklukan manusia.

Kedua, kekuatan permata (Magatama) yang menggambarkan uang dan harta.

Ketiga, kekuatan cermin (Yata) yang menggambarkan kekuatan pengetahuan diri.

Dari ketiga kekuatan ini (yang semuanya bisa kalian lihat di klan Uchiha dalam serial anime Naruto), kekuatan cermin lah yang paling diwaspadai oleh orang Jepang.

Bahkan dalam bukunya yang terkenal, Art of War, Sun Tzu juga mengatakan:

Orang yang bisa mengenali dirinya sendiri dan mengenali musuhnya pasti akan mencapai kemenangan, orang yang hanya bisa mengenali dirinya sendiri akan 50:50.

Sebegitu pentingnya pengenalan terhadap diri kita sehingga ahli strategi ini benar-benar menaruh perhatian yang cukup besar pada cermin yang satu ini.

Lalu, apa sih kira-kira filosofi lain dari cermin?

Saat kita melihat kearah cermin, apa yang kita lihat?

Kita akan melihat seorang teman, manusia yang tidak akan pernah mengkhianati kita, yang selalu bersama dengan kita, yang tidak pernah tertawa saat kita sedih, dan tidak pernah menangis saat kita bahagia.

Siapakah teman itu?

Dia adalah diri kita sendiri. Cermin memungkinkan seseorang melihat kedalam dirinya sendiri, mencoba mengenali dirinya sendiri, dan mencoba untuk merubah dirinya sendiri.

Tanpa cermin, mungkin saja kita tidak tahu bahwa dahi kita menghitam karena spidol.

Tanpa cermin, mungkin saja kita tidak tahu bahwa wajah kita membuat orang lain merasa tidak enak.

Tanpa cermin, mungkin saja kita tidak tahu bahwa kita harus berubah untuk menjadikan suasana lebih baik.

Cermin memang hanyalah sebuah kaca yang dipoles mengkilap, tapi cermin juga bisa membantu kita dalam menciptakan dunia yang lebih indah.

Perubahan

Sesaat setelah melihat dan berpikir tentang cermin, saya menjadi sedikit lega karena akhirnya saya bisa kembali menghidupkan kelas dengan wajah saya yang sudah berubah menjadi sedikit lebih riang daripada wajah saya yang tadi.

Dan setelah itu saya menyadari, ada seseorang dalam diri saya yang membuat saya berubah, dan saya pasti merespon perubahan saya tersebut.

Dalam kasus saya tadi, saat saya mencoba untuk berpikir bahwa tidak ada yang harus dikhawatirkan, semuanya akan baik-baik saja, dan saya hanya harus mengajar dengan riang, ada seseorang yang merespon keinginan saya.

Siapakah dia?

Diri saya yang berada di dalam cermin.

Sesaat setelah saya berpikir bahwa semuanya tidak apa-apa, maka raut gelisah dan khawatir menghilang dari wajah bayangan saya.

Sesaat setelah saya berpikir bahwa saya harus mengajar dengan penuh semangat, maka raut lesu yang tadinya menggantung di wajah saya pun menghilang, berganti dengan cengiran energik yang seolah tak takut pada apapun.

See? Bayanganmu tidak akan mengkhianatimu, dia akan selalu mendukungmu dimanapun kamu berada.

Bahkan dalam keadaan paling sial sekalipun, saat kalian bisa berbicara pada diri kalian sendiri bahwa kalian itu kuat, kalian bisa menghadapinya, kalian tidak akan putus asa, bayangan kalian pasti akan merespon keinginan kalian. Dan kalian bisa melihatnya di balik cermin.

The Last

Terakhir, saya mencoba mengutip beberapa ucapan yang saya temukan dalam sebuah buku yang berjudul the 5 seconds rule yang berbunyi:

If you want to find someone who can change yourself, look in the mirror
Jika kalian ingin mencari seseorang yang dapat merubah diri kalian, carilah di dalam cermin.

Bahkan dalam Al-Qur’an sekalipun hal ini juga tertulis clearly:

Allah tidak akan merubah suatu kaum sampai kaum itu merubah dirinya sendiri

So, tidak inginkah kalian berubah menjadi lebih baik?

Satu tanggapan pada “Orang yang bisa membuat anda berubah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas
www.000webhost.com